Background

Background

Silahkan klik beberapa gambar di bawah ini

  • image1
  • image2
  • image3
  • image4
  • image2
  • image1
  • image4
  • image3
Model Routing dengan DYNAMIC ROUTE



Pengertian Dynamic Route 
routing protocol yang memungkinkan router-router yang dikonfigurasi dapat saling bertukar informasi routing secara dinamis. 

Prinsip dynamic Route :
Router akan mencari jalan sendiri, kita hanya mengenalkan yang ada disekitarnya

Dynamic Route ada 2 : 
  • Distance Vector Routing Protokol                                                                                        Mengirimkan data dengan jarak terdekat tanpa mempertimbangkan besar kecilnya media transmisi 
  • Link State                                                                                                                                        Mengirimkan media dengan memperhitungkan media transmisi
      Tipe Dynamic Route  :
      ·         * Routing Information Protocol (RIP) v1
      Tidak mendukung CIDR, sehingga tidak menghemat IP Address
      ·         * Routing Information Protocol (RIP) v2
      Mendukung CIDR dan VLSM sehingga menghemat IP Address
      ·         * EIGRP (Enhanced Interior Gateway Routing Protocol)
      Salah satu routing protocol yang bersifat proprietary dari Cisco System yang di rilis pada tahun 1992.  Disebut sebagai proprietary karena routing protocol EIGRP ini hanya bisa digunakan sesama router cisco, tidak untuk router yang lain.
      ·         * OSPF (Open Shortest Path First)
      o  OSPF adalah protokol routing tanpa kelas (classless) yang menggunakan konsep area untuk skalabilitas.
      o   menggunakan protokol routing interior dengan algoritma link-state

      Contoh programnya menggunakan Cisco Paket Treacer sedoot DISINI yaa :)



      Model Jaringan dengan VLAN



      Pengertian
      VLAN merupakan suatu model jaringan yang tidak terbatas pada lokasi fisik seperti LAN , hal ini mengakibatkan suatu network dapat dikonfigurasi secara virtual tanpa  harus menuruti lokasi fisik peralatan. Penggunaan VLAN akan membuat pengaturan jaringan menjadi sangat fleksibel dimana dapat dibuat segmen yang bergantung pada organisasi atau departemen, tanpa bergantung pada lokasi workstation.

      Gambar jaringan VLAN

       


      Cara Kerja VLAN
                  VLAN diklasifikasikan berdasarkan metode (tipe) yang digunakan untuk mengklasifikasikannya, baik menggunakan port, MAC addresses dsb.
      Semua informasi yang mengandung penandaan/pengalamatan suatu vlan (tagging) di simpan dalam suatu database (tabel), jika penandaannya berdasarkan port yang digunakan maka database harus mengindikasikan port-port yang digunakan oleh VLAN. Untuk mengaturnya maka biasanya digunakan switch/bridge yang manageable atau yang bisa di atur. Switch/bridge inilah yang bertanggung jawab menyimpan semua informasi dan konfigurasi suatu VLAN dan dipastikan semua switch/bridge memiliki informasi yang sama.
      Switch akan menentukan kemana data-data akan diteruskan dan sebagainya. atau dapat pula digunakan suatu software pengalamatan (bridging software) yang berfungsi mencatat/menandai suatu VLAN beserta workstation yang didalamnya.untuk menghubungkan antar VLAN dibutuhkan router.

      Tipe – tipe VLAN

      1.      Berdasarkan Port
      Keanggotaan pada suatu VLAN dapat di dasarkan pada port yang di gunakan oleh VLAN tersebut. Sebagai contoh, pada bridge/switch dengan 4 port, port 1, 2, dan 4 merupakan VLAN 1 sedang port 3 dimiliki oleh VLAN 2, lihat tabel :
      Tabel port dan VLAN :

      Port
      1
      2
      3
      4
      VLAN
      2
      2
      1
      2

      Kelemahannya adalah user tidak bisa untuk berpindah pindah, apabila harus berpindah maka Network administrator harus mengkonfigurasikan ulang.

      2.      Berdasarkan MAC Address
      Keanggotaan suatu VLAN didasarkan pada MAC address dari setiap workstation /komputer yang dimiliki oleh user. Switch mendeteksi/mencatat semua MAC address yang dimiliki oleh setiap Virtual LAN. MAC address merupakan suatu bagian yang dimiliki oleh NIC (Network Interface Card) di setiap workstation.
      Kelebihannya apabila user berpindah pindah maka dia akan tetap terkonfigurasi sebagai anggota dari VLAN tersebut.Sedangkan kekurangannya bahwa setiap mesin harus di konfigurasikan secara manual , dan untuk jaringan yang memiliki ratusan workstation maka tipe ini kurang efissien untuk dilakukan. 
      Tabel MAC address dan VLAN

      MAC Addr
      132516617738
      272389579355
      536666337777
      24444125556
      VLAN
      1
      2
      2
      1

      3.      Berdasarkan tipe protokol yang digunakan
      Keanggotaan VLAN juga bisa berdasarkan protocol yang digunakan.
      4.      Berdasarkan Alamat Subnet IP
      Subnet IP address pada suatu jaringan juga dapat digunakan untuk mengklasifikasi suatu VLAN. 
      Konfigurasi ini tidak berhubungan dengan routing pada jaringan dan juga tidak mempermasalahkan funggsi router.IP address digunakan untuk memetakan keanggotaan VLAN.Keuntungannya seorang user tidak perlu mengkonfigurasikan ulang alamatnya di jaringan apabila berpindah tempat, hanya saja karena bekerja di layer yang lebih tinggi maka akan sedikit lebih lambat untuk meneruskan paket di banding menggunakan MAC addresses.
      5.      Berdasarkan aplikasi atau kombinasi lain
      Sangat dimungkinkan untuk menentukan suatu VLAN berdasarkan aplikasi yang dijalankan, atau kombinasi dari semua tipe di atas untuk diterapkan pada suatu jaringan. Misalkan: aplikasi FTP (file transfer protocol) hanya bias digunakan oleh VLAN 1 dan Telnet hanya bisa digunakan pada VLAN 2.

       
      PERBEDAAN MENDASAR ANTARA LAN DAN VLAN

      Perbedaan yang sangat jelas dari model jaringan Local Area Network dengan Virtual Local Area Network adalah bahwa bentuk jaringan dengan model Local Area Network sangat bergantung pada letak/fisik dari workstation, serta penggunaan hub dan repeater sebagai perangkat jaringan yang memiliki beberapa kelemahan. Sedangkan yang menjadi salah satu kelebihan dari model jaringan dengan VLAN adalah bahwa tiap-tiap workstation/user yang tergabung dalam satu VLAN/bagian (organisasi, kelompok dsb) dapat tetap saling berhubungan walaupun terpisah secara fisik.

      Gambar  konfigurasi LAN
                     [hub]-[1]-[1]-[1] <– lan 1/di lantai 1
                      |
                [x]–[hub]-[2]-[2]-[2] <– lan 2/di lantai 2
                      |
                     [hub]-[3]-[3]-[3] <– lan 3/di lantai 3

      Gambar konfigurasi VLAN

       

      Mengapa Menggunakan VLAN?

      1.     Kontrol Terhadap Broadcast
      Broadcast terjadi di semua protokol, tetapi seberapa sering terjadinya tergantung pada tiga hal berikut :
      ◦ Jenis protokol
      ◦ Aplikasi yang berkerja di internetwork
      ◦ Bagaimana layanan-layanan network digunakan
      Semua peralatan di sebuah VLAN adalah anggota dari broadcast domain yang sama dan menerima semua broadcast. Secara default, broadcast tidak akan dilewatkan pada pada port dari sebuah switch yang bukan merupakan anggota VLAN yang sama.
      2.     Keamanan
      Administrator akan dapat memiliki control terhadap setiap port dan user dengan cara membuat VLAN dan menciptakan banyak kelompok broadcast, dengan demikian user tidak akan bisa lagi dengan leluasa untuk menghubungkan work station mereka ke sembarang port pada swich dan memperoleh akses ke sumber daya network. Vlan juga dapat dibuat sesuai dengan kebutuhan sumber daya nework dari user, switchswitch dapat dikonfigurasi untuk memberikan informasi ke sebuah stasiun managemen network jika ada akses-akses yang tidak diizinkan ke sumber daya network.
      3.     Fleksibilitas dan Skalabilitas

      CONTOH MENGKONFIGURASI VLAN


      Contoh Screenshoot konfigurasi VLAN dengan CISCO



      Contoh Configurasi secara lengkap sedoooott disini.